{"id":67,"date":"2011-01-08T22:45:37","date_gmt":"2011-01-08T15:45:37","guid":{"rendered":"http:\/\/seftia.blog.binusian.org\/?p=67"},"modified":"2011-01-08T22:45:37","modified_gmt":"2011-01-08T15:45:37","slug":"rangkaian-toshiba-power-tv-hadir-untuk-masyarakat-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/?p=67","title":{"rendered":"Rangkaian Toshiba Power TV Hadir untuk Masyarakat Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Listrik di Indonesia yang biasanya tidak stabil dan seringnya naik  turun. Terkadang membuat Anda sebal ketika asik menonton siaran bola di  saat-saat menegangkan, harus gagal melihat Irfan Bachdim mencetak gol di  gawang lawan.<\/p>\n<p>Anda kemudian berandai-andai. \u201cSeandainya saya punya televisi (TV) yang dapat menyala meskipun sedang mati lampu.\u201d<\/p>\n<p>Aha\u2026tenang saja, sekarang Toshiba telah memberikan solusi untuk keadaan aliran listrik Indonesia yang tidak stabil tersebut.<\/p>\n<p>Toshiba kembali meluncurkan inovasi terbaru dan pertama di dunia,  televisi yang akan tetap menyala meski sedang mati lampu sekalipun.  Toshiba memberi nama \u201cPower TV\u201d, untuk seri televisi yang dilengkapi  dengan beragam teknologi canggih di dalamnya, namun dengan harga yang  sesuai dengan daya beli masyarakat Indonesia pada umumnya.<\/p>\n<p>Dengan tiga tipe berteknologi terdepan, Toshiba Power TV diluncurkan  dalam fitur yang berbeda, untuk memenuhi kebutuhan Anda yang berbeda  pula. Berikut ini adalah penjelasan detail fitur-fitur seri Power TV  terbaru :<\/p>\n<p><strong>Power Charger 1 (PC1)<\/strong><\/p>\n<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"CHIP Online - Toshiba Power TV (PC1)\" src=\"http:\/\/chip.co.id\/public\/uploaded\/31x1.jpg\" alt=\"CHIP Online - Toshiba Power TV (PC1)\" width=\"600\" height=\"433\" \/><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>Seri unggulan Power TV adalah Power Charger 1 (PC1). TV yang  berukuran 24 inci dan 32 inci ini memiliki baterai yang mampu bertahan  selama kurang lebih dua jam lamanya jika terjadi mati listrik di rumah  Anda. Baterai ini dapat diisi ulang ketika TV dalam keadaan mati.  Uniknya lagi, seri PC1 ini merupakan TV dengan LED pertama di dunia yang  memiliki cadangan baterai terintegrasi di dalamnya.<\/p>\n<p>Jadi dengan adanya solusi dari Toshiba ini, Anda tidak perlu takut  lagi ketinggalan jebolnya gawang lawan oleh tim kesayangan bukan?<\/p>\n<p>Harga yang di tawarkan : sekitar Rp 3.000.000,-<\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><em><strong>Sumber informasi :<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/chip.co.id\/news\/read\/2011\/01\/07\/100424\/Rangkaian.Toshiba.Power.TV.Hadir.untuk.Masyarakat.Indonesia\">http:\/\/chip.co.id\/news\/read\/2011\/01\/07\/100424\/Rangkaian.Toshiba.Power.TV.Hadir.untuk.Masyarakat.Indonesia<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Listrik di Indonesia yang biasanya tidak stabil dan seringnya naik turun. Terkadang membuat Anda sebal ketika asik menonton siaran bola di saat-saat menegangkan, harus gagal melihat Irfan Bachdim mencetak gol di gawang lawan. Anda kemudian berandai-andai. \u201cSeandainya saya punya televisi (TV) yang dapat menyala meskipun sedang mati lampu.\u201d Aha\u2026tenang saja, sekarang Toshiba telah memberikan solusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3298,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-67","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3298"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=67"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68,"href":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67\/revisions\/68"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=67"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=67"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seftia.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=67"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}